TIGA ASPEK YANG MEMPENGARUHI AURA
Selama menjadi praktisi therapy ini, secara empiris penulis menemukan beberapa aspek yang berperan dalam memunculkan Energi seseorang, namun selain aspek-aspek yang akan di urai dibawah ini tentu bukan berarti tidak ada aspek lain yang berperan, hanya saja pengaruhnya tidak terlalu signifikan, tiga aspek tersebut adalah:
1. Kondisi Bathin
Aspek ini erat kaitannya dengan hubungan kondisi spiritual seseorang, contoh yang paling relevan dengan kondisi ini adalah jika kita amati individu yang semasa hidupnya akrab dengan ritual keagamaan, dimana setiap dimensi kehidupannya selalu mengikuti aturan kebaikan, seperti kyai, bhiksu atau pendeta misalnya.
Kekentalan dimensi bathin yang spiritualistik dari individu diatas, tentu akan menciptakan suasana kebersihan hati/bathin yang tak dimiliki kebanyakan orang. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan mereka memiliki kemampuan menata emosi dengan baik, dan kemampuan ini secara otomatis dapat menjaga dominasi energi positif mereka setiap saat.
Oleh karena itulah, seorang kyai, bhiksu atau tokoh spiritual lainnya meski tampil seadanya akan tampak menawan dan meneduhkan, meskipun secara fisik mereka tidak memilki kelebihan. Karena pada dasarnya yang muncul kepermukaan dalam setiap penampilan mereka, tidak sekedar dimensi fisik, tapi adalah Energi yang positif secara konstan terjaga.
Mengingat aspek ini sangat individual/pribadi dan menyentuh hubungan seseorang dengan Agama/Tuhannya, maka sudah dapat di pastikan ini bukan merupakan wilayah dimana therapy “Totok Aura” berperan.
Karena sangat mustahil jika sebuah therapy sejenis ini mampu meningkatkan ketaqwaan seseorang, yang bermuara pada kebersihan bathin/hati. Atau dalam bahasa lain, sampai batas ini Aura sudah merupakan spiritual signature dari seseorang.