Sekilas Mengenai Konsep Totok Aura

Salma Dian Priharjati

Pernahkah Anda mengalami masa dimana segala upaya telah Anda lakukan untuk memaksimalkan penampilan, namun Anda masih belum mendapat apresiasi yang sesuai dengan harapan, atau bahkan tidak sama sekali ?. Jika pernah, berarti Anda telah bersinggungan dengan suatu wilayah penting dalam berpenampilan, yakni wilayah yang sering disebut “AURA”

Biasanya, jika kata Aura disebutkan banyak kalangan masyarakat awam mengkaitkannya dengan sesuatu berunsur klenik, yang melibatkan jampi-jampi paranormal/tokoh spiritual untuk membukanya. Atau penanaman sejumlah pemanis berupa susuk di sekujur tubuh, agar seseorang tampil menawan. Tentu saja anggapan itu salah, karena Aura itu sebenarnya adalah Energi, yang dimiliki setiap orang sejak lahir.

Keberadaan Aura ini juga tak terlalu sulit di-identifikasi, meski bagi orang awam yang berusaha mengamatinya akan nampak berupa pendaran samar seperti pelangi. Aura ini selalu sejalan dengan kondisi individu, baik spiritual, fisik maupun emosional.

Kata Aura itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah bermakna “Energi riang gembira”, yang dalam terminology akademis disebut sebagai suatu “Medan energi elektromagnetic yang berada mengelilingi disekujur tubuh dan berfungsi melindungi tubuh”.

Sebagian praktisi sering juga menyebutnya dengan istilah Biogetic Ray, Chi atau Prana, yang memancar dari tujuh cakra sebagai pusat putaran energi manusia.