SALMA DIAN PRIHARJATI
CIPTAKAN KREASI
Apa rahasia di bidang jasa kebugaran tubuh? Mungkin selama ini Anda sudah menjalankan bisnis ini tetapi belum ada hentakan jumlah pengunjung yang banyak. Jangan khawatir. Salma Dian Priharjati, pemilik usaha kebugaran tubuh yang berada di bawah PT. Dian Kenanga Mandalawangi ini memiliki pengalaman yang unik untuk dapat diterapkan dalam bisnis jasa perawatan dan kebugaran tubuh milik Anda.
Pertama, menurut Dian, adalah adanya konsep bisnis yang jelas. Konsep bisnis inilah yang memandu Anda mau dibawa ke mana bisnis yang didirikan ini. Ketika ia memulai bisnis jasa kebugaran tubuh, modal yang ia miliki hanya Rp 15 juta, yang digunakan untuk menyewa dua buah kamar masing-masing kamar berisi satu bed, sewanya Rp 1 juta perbulan/ kamar, dan uang yang lain digunakan untuk persediaan membayar gaji 2 asaisten yang membantunya, yang pekerjaannya serabutan, ya marketing, administrasi, ya notok juga. Tetapi karena memiliki konsep bisnis yang jelas dari pendirinya, maka perkembangan tahap demi tahap terus meningkat dan terlihat hasilnya.
Kedua, menciptakan kreasi. Dalam memberikan layanan jasa perawatan dan kebugaran tubuh. Dian memperbalam teknik totok lebih dari yang selama ini diperaktekkan oleh banyak orang. Melalui cara yang ia temukan, berupa totok hasil kreasi dan penggabungan teknik tekanan dengan bioenergi, yang kemudian ia sebut Totok Aura Wajah, mengingatkan metodenya dengan namanya. Bahkan istilah totok aura wajah sedemikian melekat dalam bisnis jasa perawatan dan kebugaran tubuh, terutana dengan nama Salma Dian Priharjati, penemunya.
Ketiga, menciptakan SDM yang mumpuni. Bisnis apa saja sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting. Apalagi bisnis di jasa perawatan dan kebugaran tubuh ini. Karena itu dalam merekrut karyawan. Dian sendiri yang menentukannya. Ia lebih suka merekrut karyawan baru, yang belum pernah bekerja dan belum pernah memiliki pengalaman sebagai terapis, alasannya lebih mudah membentuk budaya perusahaan dan biasanya mau memulainya dari bawah. Kebanyakan staf yang bekerja di PT. Dian Kenanga Mandalawangi berawal dari level terbawah, bagian kebersihan. Mereka harus tahu standar kebersihan, lalu cara merapikan bad, menservice tamu, misalnya ada gelas kosong langsung diangkat, ada pintu terbuka langsung ditutup. Setelah berhasil mereka akan ditanya minatnya. Jika tertarik mereka dilatih kaki dan tangan. Bila sudah pegang klien, berarti mereka sudah tidak megurusi cleaning service lagi.
Keempat, mensistematisasi bisnis. Semula, semua terapis totok ia latih sendiri. Hal ini untuk mendapatkan hasil yang optimal. Awalnya hanya 2 orang, kemudian berkembang 4-8 orang. Namun ketika karyawan sudah meningkat menjadi 25 orang, ia mulai fokus dengan program trainer for trainer. Bahkan kini ia sudah mensistematisasi bisnis, melalui managemen moderen, Sehingga seluruh aktivitas kantor sudah berjalan sesuai koridor dan aturan yang harus dijalankan. Ia selanjutnya tinggal mengawasi saja, dan bagi trainer terapis ia yang menangani ujian akhirnya.
Kelima, menjaga konsitensi dan keterlanjutannya. Untuk menjaga konsitensi layanan kepada pelanggan, ia menerapkan kepada terapis untuk selalu mengikuti program latihan tenaga dalam setiap minggu, tujuannya terjaga konsitensi dan berlanjut kemampuan berdasarkan core bisnis. Bisnis jasa totok aura mungkin setiap saat ada yang ingin membuka bisnis serupa, tetapi jika kami memiliki keahlian dan kekhususan dalam totok yang lebih bermuatan energi disetiap gerakan, serta memiliki kekuatan bioenergi, ia yakin jasa yang ditawarkan akan selalu unggul.
Keenam, membangun bisnis rumahan menjadi bisnis moderen. Ini suatu dream yang terus diimpikan oleh Salma Dian Priharjati.
Dream bahwa bisnis ini dapat menjadi industi besar. Buktinya, pada awal-awal bisnis jasa Totok Aura Wajah yang didirikannya hanya melayani tak lebih dari 8 orang setiap minggu, tetapi kini dalam satu gerai saja mampu melayani 100 pelanggan, jika di akhir pekan, pelanggan bisa mencapai 130an pelanggan per hari per gerai.
Wirausaha dan Keuangan, edisi 76, 22 Oktober – 22 November 2009.