Jakarta- kesibukan membuat Anda kerap lupa akan kesehatan dan cenderung menggunakan cara cepat alias instan untuk mendapatkan kesehatan dan kecantikan. Ternyata, ada terapi yang sangat mudah dan juga sehat:
Totok Aura.
Sejak totok aura diperkenalkan pertama kali pada lima tahun silam oleh Dian Kenanga Totok Aura, terapi ini kian digemari oleh banyak kalangan pemerhati kesehatan dan kecantikan, karena nyata-nyata setelah mencoba, manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh penerima terapi.
Anda harus menghilangkan dulu segala pikiran buruk soal kata “Aura“ itu sendiri, karena kata itu ternyata punya makna berbeda. Seperti yang dikatakan Ibu Dian, “Totok Aura dapat didefinisikan sebagai sebuah terapi yang memadukan dua jenis terapi, yakni terapi totok / akupresur (pijat dan tekan pada titik akupuntur) dengan terapi bio-energi prana (tenaga dalam / hawa murni yang dilatih intensif hingga di level pengobatan).”
![]()
Namun, aplikasinya tidaklah sesederhana definisinya, karena setiap terapis harus dilatih secara khusus dan intensif dengan “Pakem Khusus” pula, bagaimana mengeksplorasi hawa murninya hingga taraf pengobatan, untuk kemudian dikolaborasikan dengan teknik totok, yang artinya teknik pijat dan tekan yang menelusuri ribuan titik akupuntur (accupoint) di sekujur tubuh dan wajah.
Luar biasanya lagi, di Totok Aura Dian Kenanga, kita diberi banyak sekali penjelasan mengenai bagaimana cara cantik secara alami, yakni tubuh yang sehat dan sistem tubuh yang baik akan memancarkan segala kecantikan alami yang dimiliki setiap individu.
Kenyamanan tempat dengan aroma terapi sangat membantu para tamu sehingga mereka merasa dimanjakan. Uniknya, berkat penggunaan hawa murni atau tenaga perana dalam setiap gerakan pijat dan tekan (totok), sering kali pakem gerakan yang telah dihafal terapis mengalami pengayaan gerakan dengan sendirinya. Dengan kata lain, setiap gerakan yang diklakukan terapis cenderung akan mengarah pada wilayah simpul syaraf yang bermasalah, di mana hal tersebut biasanya direpresentasikan dengan getaran yang berbeda.
Ringkasnya, Salma Dian Priharjati, Pemilik Totok Aura Dian Kenanga menjelaskan “Organ penting dalam tubuh yang menjalankan sistem tubuh dan mengalami gangguan dalam kerja sistematik, akan terwakili dengan isyarat khusus pada titik syaraf yang mewakilinya, hal inilah yang teridentifikasikan dengan penggunaan hawa murni / tenaga perana tadi.”
Simpul Syaraf
Berbeda dengan totok wajah, penggunaan tenaga fisik pada totok aura sangat dominan sehingga faktor besar kecilnya tenaga terapis sangat menentukan manfaat dalam menghadirkan fase relaksasi. Kemungkinan kurang tepatnya dalam melakukan tekanan pada titik akupuntur pun agak lebih besar, meningkat tekstur tubuh manusia masing-masing berbeda.
Meski secara prinsip perbedaan antara totok aura dengan totok wajah hanya terletak pada penggunaan bio-energi prana (hawa murni), dari sisi daya jelajah stimulasi pada simpul syaraf, penggunaan bio-energi prana jauh lebih ke dalam sehingga kemampuan membenahi keselarasan sistem tubuh dapat lebih mudah dicapai.
Dengan bahasa lain, manfaat dari totok aura dipastikan langsung dapat diraih pada saat terapi ini dilakukan pertama kali. Salma Dian Priharjati biasa disapa Ibu Dian selaku pemilik dan juga terapis mengatakan, “ Jika kita ingin terlihat cantik harusnya kita sehat, itu yang akan memancarkan aura dengan sendirinya. Begitu juga aura bukan didapatkan karena totok, karena aura datang sejak kita lahir, hanya kita harus menjaganya.”
Soal harga dan berapa lama kita bisa menikmati, Totok Aura Dian Kenanga sangat memanjakan pelanggannya, mulai dari harga Rp 70.000-150.000, untuk waktu mulai dari 45-60 menit. Kelebihan lainnya Totok Aura Dian Kenanga adalah dapat membantu meringankan gangguan kesehatan. Banyak yang sudah dibantu meringankan penyakitnya, seperti penyakit stroke dan Parkinson.
Untuk para calon pengantin, di tempat ini juga sudah disiapkan paket-paket murahnya. Semua dilakukan semata-mata untuk membuat setiap orang sehat.
Meski sehat itu mahal, itu kunci utama bagi setiap manusia.
Sinar Harapan, Senin 9 November 2009, Hal : 16