tgs.jpg
Totok aura tak hanya bermanfaat untuk memancarkan aura. Tapi, bila digabungkan dengan pengobatan holistik, terapi tersebut akan memberikan manfaat lebih.

Apa manfaat tersebut?

Terapi totok untuk membuka aura atau dikenal dengan totok aura, tentu sudah Anda kenal. Sekarang, terapi tersebut bisa dipadukan dengan pengobatan holistik atau alternatif, yang dikenal dengan totok aura getar syaraf.

Dikatakan pemilik Totok Aura Dian Kenanga, Dian Kenanga, totok aura getar syaraf merupakan teknik pengobatan yang menggabungkan refleksi dengan bioenergi. Terapi dilakukan melalui penotokan pada bagian simpul syaraf yang gerakannya didasarkan pada getaran di syaraf.

“Terapi refleksi mampu memulihkan ritme sistem tubuh pada kondisi ideal, melalui gerak refleks syaraf yang timbul, karena adanya stimulasi pada titik-titik syaraf, yang dilakukan dengan penekanan atau pemijatan ditelapak kaki,” jelasnya.

Secara umum, ada sekitar 36 titik simpul syaraf di telapak kaki kanan dan kiri, yang berhubungan dengan organ tubuh. Namun, hanya ada empat titik simpul utama yang dipijat secara khusus, yaitu simpul bagian ginjal, kepala, pencernaan, dan kelenjar.

Pemijatan pada masing-masing simpul akan memberikan manfaat sendiri-sendiri. Pemijatan pada simpul ginjal dapat melancarkan penbuangan kotoran yang mengendap di ginjal dan saluran kencing. Pemijatan pada simpul kepala untuk melancarkan aliran darah dan oksigen menuju kepala.

Pemijatan pada simpul lambung, usus, liver, dan pencernaan bertujuan memperlancar system metabolisme. Sedangkan pemijatan pada simpul kelenjar berguna untuk membuang kotoran yang mengendap di kelenjar.

Bila penekanan atau pemijatan dalam teknik refleksi secara harmonis digabungkan dengan teknik pengaturan dan penguncian nafas, hasilnya akan lebih bermanfaat untuk proses penyembuhan penyakit.
Seperti pengecilan ginjal sebelah, Parkinson, stroke, kencing batu, diabetes, kebocoran usus, dan masih banyak lagi.

BEDA DENGAN REFLEKSI

Dian mengakui, terapi totok aura getar syaraf pada dasarnya sama dengan teknik tekan dan geser pada refleksi. Namun ada sedikit perbedaan.

Pada terapi totok getar syaraf, penotokan gerakan tidak hanya pada pakem tertentu saja. Tapi, juga menggunakan bioenergi (tenaga prana) yang digabungkan untuk menyusuri getaran pada syaraf.

Sehingga, dapat mengindentifikasi penyakit yang ada dalam tubuh. Selain itu, meski pada dasarnya memakai titik-titik simpul syaraf refleksi, ada beberapa titik penting yang tidak disasar secara khusus dalam refleksi.

Titik spesial pada totok aura getar syaraf berada disekitar simpul jantung, lutut, perut, limpa, sendi pinggul, getah bening, dan kelenjar getah bening perut.

Yang menbedakan totok aura getar syaraf dengn refleksi adalah stimulasi pada titik-titik telapak kaki. “Dalam refleksi, stimulasi dilakukan melalui pemijatan atau penekanan yang berjalan atau gesekan. Sedangkan pada totok aura getar syaraf teknik tersebut hanya dilakukan pada fase pelemasan. Stimulasi seluruh titik pada totok aura getar syaraf dilakukan dengan teknik penotokan atau penekanan,” papar perempuan berkulit putih itu.

Tahap Terapi

Proses terapi totok aura getar syaraf dilakukan selama 45-60 menit. “Dalam sekali terapi saja sudah akan memberikan hasil, di mana penyakit sudah berkurang. Tapi, untuk mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya dilakukan dua belas kali terapi, dengan periode sebulan dua kali atau sebulan sekali,” ujar Dian.

Adapun proses terapi totok aura getar syaraf adalah:

Telapak Kaki Direndam
Telapak kaki pasen direndam dalam air hangat yang telah dicampur minyak aromatherapy. Perendaman ditujukan untuk melemaskan atau melunturkan titik-titik syaraf ditelapak kaki dan membersihkan bakteri yang ada pada telapak kaki.

Penyaluran Bioenergi
Terapis menyalurkan bioenergi melalui telapak kaki sebelum dilakukan penotokan.

Penotokan
Penotokan dilakukan pada ibu jari kanan pasien. “Ibu jari kaki kanan adalah wilayah yang mewakili otak kecil dan otak besar,” terang Dian.

Massage
Massage (pemijatan) dilakukan mulai batas paha, betis, tumit, dan telapak kaki. Itu ditujukan untuk menghilangkan kekakuan pada kaki, sehingga jadi lebih lemas. Kemudian, mulai dicari getaran. Bila getaran sudah diperoleh, getaran tersebut ditotok.
Setelah penotokan pada kaki kiri selesai, dilanjutkan dengan penotokan kaki kanan, yaitu pada titik-titik syaraf mulai ibu jari kaki kanan.

Pengurutan Tengkuk
Setelah penotokan pada kaki kiri dan kanan selesai, dilanjutkan dengan pengurutan bagian tengkuk atau leher bagian belakang, bahu hingga bagian bawah tulang belakang.

CANTIQ, Edisi 127. 1Januari 2010. Hal.15